Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Gerakan Pull Up Bar untuk Melatih Upper Body

Sering merasa workout upper body cuma itu-itu saja? Sudah pakai dumbbell, barbell, dan berbagai mesin, tapi masih bingung mau menambah variasi latihan? Padahal, ada satu alat sederhana yang sering tersedia di area gym dan bisa digunakan untuk banyak gerakan: pull up bar.

Nggak cuma untuk pull up, alat ini bisa dimanfaatkan untuk melatih punggung, bahu, lengan, grip strength, hingga core. Jadi, buat Fit People yang ingin membuat sesi upper body lebih bervariasi, kamu bisa mencoba beberapa gerakan pull up bar berikut.

1. Pull Up

Pull up menjadi salah satu gerakan paling populer menggunakan pull up bar. Gerakan ini terutama melatih otot punggung, khususnya latissimus dorsi, sekaligus melibatkan biceps dan core.

Cara melakukannya:

  1. Pegang pull up bar dengan telapak tangan menghadap menjauh dari tubuh.
  2. Atur posisi tangan sedikit lebih lebar dari bahu.
  3. Kencangkan core dan biarkan tubuh menggantung.
  4. Tarik tubuh ke atas hingga dagu melewati bar.
  5. Turunkan tubuh secara perlahan ke posisi awal.

Kalau belum bisa melakukan pull up penuh, kamu bisa mulai dari assisted pull up atau negative pull up untuk membangun kekuatan secara bertahap.

2. Chin Up

Kesulitan melakukan pull up? Chin up bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa dicoba. Posisi telapak tangan yang menghadap ke tubuh membuat biceps ikut bekerja lebih banyak.

Cara melakukannya:

  • Pegang pull up bar dengan telapak tangan menghadap ke tubuh.
  • Posisikan tangan kurang lebih selebar bahu.
  • Tarik tubuh ke atas sambil menjaga dada tetap terbuka.
  • Angkat hingga dagu melewati bar.
  • Turunkan tubuh secara perlahan.

3. Hanging Knee Raise

Upper body workout bukan berarti hanya fokus pada lengan dan punggung. Core juga punya peran penting dalam membantu menjaga stabilitas tubuh saat melakukan berbagai gerakan.

Hanging knee raise bisa menjadi pilihan untuk melatih core menggunakan pull up bar.

Cara melakukannya:

  1. Pegang pull up bar dengan kedua tangan.
  2. Gantungkan tubuh dengan posisi kaki lurus.
  3. Kencangkan otot perut.
  4. Angkat kedua lutut ke arah dada.
  5. Turunkan kembali secara perlahan tanpa mengayunkan tubuh.

4. Hanging Leg Raise

Kalau hanging knee raise sudah mulai terasa mudah, kamu bisa meningkatkan tantangannya dengan hanging leg raise. Bedanya, kedua kaki dijaga tetap lurus saat diangkat.

Cara melakukannya:

  • Gantung pada pull up bar.
  • Aktifkan core dan jaga tubuh tetap stabil.
  • Angkat kedua kaki ke depan dengan posisi lurus.
  • Turunkan kaki secara perlahan.
  • Hindari menggunakan ayunan untuk mendapatkan momentum.

5. Scapular Pull Up

Sudah ingin belajar pull up tetapi masih kesulitan mengaktifkan otot punggung? Scapular pull up bisa menjadi latihan dasar yang menarik untuk dicoba.

Gerakan ini berfokus pada pergerakan scapula atau tulang belikat sehingga kamu bisa belajar mengontrol dan mengaktifkan otot punggung.

Cara melakukannya:

  1. Gantung pada pull up bar dengan kedua tangan.
  2. Biarkan siku tetap lurus.
  3. Tarik bahu ke bawah dan sedikit ke belakang.
  4. Angkat tubuh sedikit melalui gerakan scapula.
  5. Kembali ke posisi awal dengan perlahan.

6. Toes to Bar

Kalau kamu sudah terbiasa dengan latihan menggunakan pull up bar dan ingin tantangan lebih tinggi, toes to bar bisa masuk ke dalam workout routine.

Gerakan ini membutuhkan kombinasi kekuatan core, grip, dan kontrol tubuh.

Cara melakukannya:

  • Pegang pull up bar dengan kuat.
  • Gantungkan tubuh dan aktifkan core.
  • Angkat kedua kaki ke arah pull up bar.
  • Usahakan gerakan tetap terkontrol.
  • Turunkan kaki secara perlahan ke posisi awal.

Untuk pemula, sebaiknya kuasai hanging knee raise dan hanging leg raise terlebih dahulu.

7. Dead Hang

Nggak semua latihan menggunakan pull up bar harus dilakukan dengan banyak repetisi. Dead hang justru terlihat sederhana karena kamu hanya perlu menggantung pada bar selama beberapa waktu.

Meski sederhana, gerakan ini dapat membantu melatih grip strength dan kemampuan mempertahankan posisi tubuh saat menggantung.

Cara melakukannya:

  1. Pegang pull up bar dengan kedua tangan.
  2. Angkat kaki dari lantai.
  3. Biarkan tubuh menggantung dengan posisi stabil.
  4. Hindari mengayunkan tubuh.
  5. Tahan selama beberapa detik sesuai kemampuan.

Kamu bisa mulai dari 10–20 detik, kemudian meningkatkan durasinya secara bertahap.

Kesimpulan

Ada beberapa jenis gerakan pull up bar yang bisa kamu coba untuk membuat workout lebih bervariasi. Mulai dari pull up dan chin up untuk melatih punggung serta lengan, hanging knee raise dan leg raise untuk core, hingga dead hang untuk melatih grip strength. Dengan variasi gerakan yang tepat, workout upper body kamu bisa jadi lebih seru dan nggak monoton.

Buat Fit People yang ingin mencoba berbagai gerakan menggunakan pull up bar sekaligus mengeksplorasi lebih banyak pilihan alat dan fasilitas gym, kamu bisa langsung coba free trial di Grand Focus Fit. Siapa tahu, workout berikutnya jadi awal dari rutinitas fitness yang lebih konsisten

Leave a comment