Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Perbedaan Olahraga Low Impact dan High Impact

Pernahkah kalian merasa bingung saat memilih jenis latihan yang tepat? Mungkin Fit people sering mendengar istilahnya, tapi sebenarnya tahu tidak sih apa itu olahraga low impact dan high impact? Meski sama-sama menguras keringat kedua olahraga tersebut, karakteristiknya ternyata berbeda jauh, terutama dalam cara memberikan tekanan pada persendian tubuh kita.

Olahraga low impact adalah jenis aktivitas fisik yang dirancang untuk memberikan beban minimal pada sendi. Karena sifatnya yang lebih “lembut” namun tetap efektif, olahraga ini sering jadi pilihan favorit bagi pemula, lansia, ibu hamil, hingga mereka yang sedang dalam masa pemulihan cedera atau memiliki berat badan berlebih. Sebaliknya, olahraga high impact melibatkan gerakan yang lebih intens seperti melompat atau berlari—yang menuntut kekuatan sendi lebih besar namun mampu membakar kalori dengan sangat cepat.

Lalu, mana yang sebenarnya paling cocok untuk kondisi tubuh kamu? Yuk, kita bahas tuntas perbedaan, manfaat, hingga contoh gerakannya di dalam artikel ini!

Olahraga Low Impact

Olahraga low impact melibatkan gerakan yang stabil dan bertahap, dengan menjaga setidaknya satu kaki tetap menapak di lantai sepanjang latihan. Karena minim hentakan, risiko cedera pun lebih rendah, sehingga jenis olahraga ini cenderung lebih aman dan nyaman bagi persendian.

Berikut adalah beberapa pilihan olahraga low impact yang bisa Anda coba:

1. Jalan Kaki

Jalan kaki adalah olahraga yang sangat sederhana dan bisa dilakukan di mana saja. Aktivitas ini efektif untuk melatih otot kaki, menjaga kesehatan jantung, dan menurunkan risiko penyakit kronis. Melakukannya secara teratur juga sangat membantu menjaga berat badan tetap ideal tanpa membebani lutut.

2. Bersepeda

Baik menggunakan sepeda statis maupun sepeda biasa, bersepeda efektif melatih otot tubuh bagian bawah tanpa menekan pergelangan kaki. Selain meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, bersepeda juga bisa menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan.

3. Berenang

Air memberikan daya apung yang membuat tubuh terasa lebih ringan, sehingga sendi tidak terbebani meskipun otot bekerja keras. Berenang sangat dianjurkan bagi penderita cedera sendi, ibu hamil, maupun orang dengan berat badan berlebih karena manfaatnya yang besar bagi fleksibilitas.

4. Yoga dan Pilates

Kedua olahraga ini berfokus pada kekuatan inti, fleksibilitas, dan keseimbangan. Yoga lebih mengutamakan peregangan dan pernapasan untuk relaksasi, sementara Pilates menitikberatkan pada postur dan stabilitas tubuh. Keduanya memberikan kekuatan tanpa perlu melakukan gerakan melompat yang keras.

Olahraga High Impact 

Jika low impact mengutamakan keamanan sendi, maka olahraga high impact lebih mengasah intensitas dan kekuatan. Jenis olahraga ini melibatkan gerakan di mana kedua kaki bisa meninggalkan tanah secara bersamaan seperti melompat atau berlari sehingga menciptakan hentakan saat mendarat. Meskipun memberikan tekanan lebih besar pada tulang dan sendi, olahraga ini sangat efektif untuk meningkatkan kepadatan tulang, memperkuat otot jantung, dan membakar kalori dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Berikut adalah beberapa pilihan olahraga high impact :

1. Lari (Running)

Lari adalah salah satu olahraga high impact yang paling populer dan efektif. Setiap langkah saat berlari memberikan beban beberapa kali lipat berat badan pada sendi, namun di sisi lain, lari sangat ampuh untuk meningkatkan kapasitas paru-paru serta membakar lemak secara masif.

2. Lompat Tali (Skipping)

Lompat tali adalah latihan seluruh tubuh yang sangat intens. Gerakan melompat yang berulang tidak hanya melatih kekuatan tungkai kaki, tetapi juga koordinasi dan ketahanan jantung. Melakukan skippingselama 10 menit setara dengan lari dengan durasi yang lebih lama.

3. HIIT (High-Intensity Interval Training)

HIIT merupakan kombinasi gerakan cepat dengan waktu istirahat yang singkat. Banyak gerakan di dalamnya, seperti jumping jacks, burpees, atau box jumps, yang mengharuskan tubuh meledakkan energi secara instan. Ini adalah pilihan terbaik bagi Anda yang memiliki waktu terbatas namun ingin hasil yang maksimal.

4. Aerobik dan Zumba

Olahraga yang diiringi musik ini sering kali melibatkan lompatan dan gerakan kaki yang cepat. Selain membakar banyak kalori, olahraga high impact jenis ini sangat baik untuk meningkatkan kelincahan.

Kesimpulan

Memilih antara low impact dan high impact sebenarnya kembali lagi kepada kondisi tubuh dan tujuan fitness kalian masing-masing. Jika kamu sedang dalam masa pemulihan, memiliki masalah sendi, atau ingin olahraga yang menenangkan, jenis low impact adalah pilihan yang cocok bagi kamu. Namun, kamu ingin membakar kalori maksimal dan memiliki sendi yang kuat, high impact bisa menjadi pilihan yang cocok untuk kamu.

Kalian bisa mencoba kelas Yoga dan Pilates di Grand Focus Fit. Latihan ini sangat cocok untuk kamu yang ingin memperkuat otot inti (core), memperbaiki postur, dan meningkatkan fleksibilitas tanpa tekanan berlebih pada sendi. Selain itu di Grand Focus Fit tersedia olahraga high impact yang dirancang khusus untuk memacu adrenalin dan membakar lemak secara optimal dengan teknik yang aman dan instruktur profesional.

Leave a comment