Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kualitas Udara Buruk Akibat Abu Vulkanik, Amankah Tetap Gym?

Belakangan ini, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian. Sejak Jumat (4/9), gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut mengalami aktivitas erupsi yang menghasilkan abu vulkanik. Sebaran abu bahkan terpantau mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Erupsi tersebut juga disertai suara gemuruh dan getaran yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar kawasan terdampak. Kondisi ini membuat banyak orang mulai lebih memperhatikan kualitas udara dan aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas olahraga.

Pasti banyak Fit People yang bertanya, “Kalau ada abu vulkanik seperti sekarang, masih aman nggak ya untuk tetap gym?”

Jawabannya, tetap perlu melihat kondisi udara dan lingkungan sekitar sebelum memutuskan untuk workout.

Abu Vulkanik Bisa Memengaruhi Kualitas Udara

Abu vulkanik terdiri dari partikel-partikel kecil yang dapat terbawa angin dan menyebar cukup jauh dari sumber erupsi. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup.

Dalam kondisi normal, aktivitas olahraga membuat kita bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Artinya, ketika kualitas udara sedang terganggu, tubuh juga bisa menerima paparan udara dalam jumlah lebih banyak selama workout.

Itulah mengapa aktivitas fisik, terutama olahraga dengan intensitas tinggi, perlu dilakukan dengan lebih hati-hati ketika udara di sekitar sedang dipengaruhi abu vulkanik.

Jadi, Amankah Tetap Gym Saat Ada Abu Vulkanik?

Jika kualitas udara di luar sedang buruk, olahraga indoor bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan melakukan workout di luar ruangan. Namun, bukan berarti semua tempat indoor otomatis aman.

Kamu tetap perlu memperhatikan kondisi udara di dalam gym. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara dan sistem penyaringan yang baik serta tidak mengalami paparan abu vulkanik secara langsung.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan ketika sebaran abu masih terjadi dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan erupsi.

Kenapa Fit People Perlu Lebih Bijak Saat Workout?

Fit People bukan berarti harus selalu memaksakan diri untuk berolahraga setiap hari.

Justru, bagian dari gaya hidup sehat adalah tahu kapan tubuh perlu bergerak dan kapan harus memberikan waktu untuk recovery. Kondisi lingkungan juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Saat udara sedang dipengaruhi abu vulkanik, kamu bisa mempertimbangkan untuk menurunkan intensitas latihan atau menunda workout jika kondisi tidak memungkinkan.

Tidak ada salahnya melewatkan satu sesi latihan ketika situasi sedang kurang ideal. Konsistensi olahraga bukan hanya tentang seberapa sering kamu datang ke gym, tetapi juga bagaimana kamu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Kalau Tetap Gym, Apa yang Perlu Diperhatikan?

1. Cek Kondisi Udara Sebelum Berangkat

Sebelum keluar rumah, cari tahu kondisi kualitas udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayah kamu.Arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin dan atmosfer. Karena itu, kondisi udara hari ini belum tentu sama dengan beberapa jam kemudian. BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

2. Pilih Workout Indoor

Ketika udara luar sedang kurang baik, aktivitas fisik di dalam ruangan dapat menjadi alternatif dibandingkan olahraga outdoor.Namun, tetap perhatikan kondisi tempatnya. Jika abu sudah masuk ke dalam ruangan atau udara di dalam gym terasa tidak nyaman, sebaiknya jangan memaksakan latihan.

3. Kurangi Intensitas Jika Tubuh Mulai Tidak Nyaman

Tidak harus selalu mengejar personal record atau melakukan workout dengan intensitas tinggi.Kalau biasanya kamu melakukan cardio berat, mungkin ini saatnya memilih latihan dengan intensitas yang lebih ringan. Dengarkan respons tubuh selama berolahraga.Jika mulai mengalami batuk, sesak, iritasi pada mata atau tenggorokan, pusing, atau keluhan lain, segera hentikan latihan dan cari tempat dengan udara yang lebih bersih.

4. Gunakan Perlindungan Saat Harus Keluar Rumah

Jika memang harus keluar rumah di area yang terdampak abu vulkanik, gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai.Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara terdampak abu vulkanik.Perlu diingat, masker bukan berarti membuat aktivitas berat di udara yang buruk menjadi aman sepenuhnya. Jika kondisi udara memang tidak mendukung, pilihan paling aman tetap mengurangi paparan.

5. Jangan Abaikan Kondisi dari Tubuh

Kadang kita terlalu fokus dengan rutinitas sampai lupa memperhatikan kondisi tubuh sendiri.Padahal, workout yang baik bukan hanya soal menyelesaikan semua set dan repetisi. Kalau tubuh memberi sinyal bahwa kondisinya sedang tidak fit, tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak.

Gym atau Rest Day? 

Ketika terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau dan abu vulkanik mulai memengaruhi kualitas udara, keputusan untuk tetap gym sebaiknya tidak dibuat hanya karena takut kehilangan satu sesi latihan.

Kalau kondisi udara di luar kurang baik tetapi kualitas udara di dalam gym tetap terjaga, workout indoor mungkin bisa menjadi pilihan. Namun jika kondisi udara secara keseluruhan sedang tidak mendukung atau kamu mengalami keluhan pernapasan, lebih baik prioritaskan kesehatan terlebih dahulu.Workout bisa dilakukan kapan saja. Tapi kesehatan tetap yang utama.

 

Leave a comment